Tarakan. Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Tarakan Utara, Binti Rofi'ah, S.Sos, Menghadiri Penguatan Moderasi Beragama Bagi Guru Lintas Iman Provinsi Kalimantan Utara, Pada Sabtu (16/05/2026) Di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, Muh. Saleh. Dan menghadirkan Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kerukunan dan Layanan Keagamaan, Pengawasan dan Kerja Sama Luar Negeri, Gugun Gumilar, sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Muh. Saleh menegaskan bahwa guru agama memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk karakter, pola pikir, serta cara pandang generasi muda terhadap kehidupan beragama dan kehidupan berbangsa. Menurutnya, guru agama tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penanam nilai-nilai toleransi, persaudaraan, cinta tanah air, dan penghormatan terhadap keberagaman.
“Guru agama memiliki tanggung jawab besar dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang baik, menghargai perbedaan, serta mampu menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa di tengah perkembangan era digital yang sangat cepat, tantangan kehidupan beragama juga semakin kompleks. Arus informasi yang tidak terbendung kerap menghadirkan narasi intoleransi, ujaran kebencian, hingga paham ekstrem yang dapat mengancam kerukunan masyarakat.
“Di sinilah peran guru agama menjadi sangat penting sebagai penjaga nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan pendidikan. Guru harus hadir menjadi penyejuk dan memberikan pemahaman keagamaan yang damai, inklusif, dan penuh kasih,” lanjutnya.
Muh. Saleh juga menegaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan bagaimana menjalankan ajaran agama secara bijak, seimbang, menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia turut menyinggung pentingnya penerapan kurikulum berbasis cinta yang saat ini terus diperkuat oleh Kementerian Agama.
“Kurikulum berbasis cinta menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun pendidikan agama yang humanis. Anak-anak harus diajarkan mencintai sesama manusia, mencintai lingkungan, mencintai bangsa, dan mencintai nilai-nilai perdamaian sejak dini,” katanya.

Sementara itu, dalam materi penguatannya, Gugun Gumilar mengajak seluruh guru agama lintas iman untuk terus memperkuat moderasi beragama di lingkungan pendidikan sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, guru agama memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman dan perkembangan zaman yang semakin dinamis.
kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya Kementerian Agama dalam membangun serta menguatkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat. Ia berharap para guru agama dapat menjadi teladan dalam menanamkan sikap toleransi, kerukunan, serta semangat persaudaraan lintas iman kepada para peserta didik demi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis di Kalimantan Utara.
#KECAMATAN_TARAKAN_UTARA - DISIPLIN DALAM BEKERJA - PRIMA DALAM PELAYANAN
#KECAMATAN_TARAKAN_UTARA - DAMAI, SEHAT, SEJAHTERA
#ASNBerAKHLAK
#banggamelayanibangsa
#TarakanHIBOT
#Facebook : Kecamatan Tarakan Utara
#Instagram : kecamatantarakanutara
#Website : https://ctu.tarakankota.go.id/
#HumasKemenagKTT_DanyonUmpeg